Fakultas Ilmu Kesehatan UMUS Adakan Seminar dan Pelatihan GLP

Narasumber memberikan materi seminar

Berita Kampus – Dalam rangka mempersiapkan lulusan yang berkompeten di bidang laboratorium kesehatan, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menyelenggarakan seminar dan pelatihan Good Laboratory Practice (GLP) dengan tema “Perfect Weighing, Measurement Technology & Good Laboratory Practice” (Kamis, 10 Juni 2021).

GLP adalah suatu cara pengorganisasian laboratorium dalam proses pelaksanaan pengujian, fasilitas, tenaga kerja dan kondisi yang dapat menjamin agar pengujian dapat dilaksanakan, dimonitor, dicatat dan dilaporkan sesuai standar nasional/internasional serta memenuhi persyaratan keselamatan dan kesehatan.

Baca juga : UKM Cendekia UMUS Selenggarakan Seminar Ilmiah dan Pelatihan Proposal Pengabdian Masyarakat

Penerapan GLP bertujuan untuk meyakinkan bahwa data hasil uji yang dihasilkan telah mempertimbangkan perencanaan dan pelaksanaan yang benar, praktek pengambilan sampel yang baik, praktek melakukan analisa yang baik, praktek melakukan pengukuran yang baik, praktek mendokumentasikan hasil pengujian/data yang baik, dan praktek menjaga akomodasi dan lingkungan kerja yang baik.

Dengan demikian, laboratorium pengujian yang menerapkan GLP dapat menghindari kekeliruan atau kesalahan yang mungkin timbul, sehingga menghasilkan data yang tepat, akurat dan tak terbantahkan, yang pada akhirnya dapat dipertahankan secara ilmiah maupun secara hukum.

Acara yang didukung oleh Labmania Indonesia menghadirkan pembicara di antaranya Prancisca Diyah Prashanti, SP (PT. Alfascale Indonesia) dan Ivan Sarifudin (Labmania Indonesia) dan diikuti oleh dosen dan mahasiswa program studi Ilmu Gizi, Farmasi dan Ilmu Teknologi Pangan.

Baca juga : Prodi Akuntansi UMUS Adakan A’Competition 2021 dan Seminar Pasar Modal

Ivan Sarifudin menyampaikan bahwa dalam GPL ada beberapa kegiatan yang wajib dilakukan oleh seorang laboran di antaranya adalah (1) Perencanaan dan pelaksanaan yang benar mencakup organisasi, manajemen, dan personel, (2) Praktek pengambilan sampel yang baik berarti terdapatnya prosedur dalam pengambilan suatu bagian dari substansi untuk keperluan pengujian, (3) Praktek melakukan analisa yang baikmerupakan  prosedur teknis tertentu untuk melaksanakan pengujian, (4) Praktek melakukan pengukuran yang baik berarti laboratorium harus dilengkapi dengan peralatan dan instrumentasi yang sesuai agar pengujian yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya, (5) Praktek mendokumentasikan hasil pengujian/data yang baik terkait dengan penganagan rekaman, dan (6) Praktek menjaga akomodasi dan lingkungan kerja yang baik terkait dengan desain, kondisi serta pemeliharaan laboratorium.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*