Dimulai..! : Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru 2021/2022 UMUS

Berita Kampus – Menjadi mahasiswa artinya memasuki fase kehidupan baru, membentuk jati diri sebagai manusia seutuhnya melalui pendidikan tinggi. Meneruskan pembelajaran dari Ki Hadjar Dewantara, paradigma pendidikan harusnya berpulang pada kemerdekaan belajar dan kemandirian pelaku belajar untuk mendapatkan nilai dan tujuan hidup sebagai manusia seutuhnya yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa. Filosofi tersebut mendasari transformasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, yang memerdekakan pendidikan untuk meningkatkan budaya pembelajaran dan inovasi, yang bisa memantik growth-mindset generasi penerus bangsa.

Perguruan tinggi didorong untuk lebih adaptif dalam melakukan transformasi kurikulum sesuai kebutuhan nasionai dan kebutuhan global, serta disesuaikan dengan karakteristik yang lazim di Indonesia. Pada masa laiu mahasiswa tidak memiliki fleksibiiitas di dalam belajar. Semua kegiatan belajar dimaknai sebagai kegiatan perkuliahan atau praktikum yang dibatasi dengan “dinding-dinding kelas”, namun kegiatan-kegiatan yang dilakukan mahasiswa di luar kampus, di masyarakat, tidak bisa diakui sebagai pembelajaran. Dengan Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, sks diartikan dalam jam kegiatan sehingga ada fleksibiiitas bagi mahasiswa menuntut ilmu, baik secara tatap muka perkuliahan, maupun kegiatan lainnya seperti magang, wirausaha, mengajar di desa, dan lain sebagainya.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melakukan berbagai strategi untuk menerapkan Kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM). Sejak pertama kali diluncurkan di awal tahun 2020, program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka mendapatkan respon positif dan berbagai kalangan, termasuk darl mahasiswa. Berdasarkan Peraturan Menterl Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, mahasiswa mendapatkan hak belajar di luar program studlnya selama 3 (tiga) semester.

Perguruan Tinggi wajib memberikan layanan terhadap penggunaan hak tersebut. Kebijakan MBKM bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa di masyarakat atau luar kampus yang dapat dikonversi menjadi 20 sks per semester.

Berbagai bentuk kegiatan belajar di luar perguruan tinggi, di antaranya melakukan magang/praktik kerja di industri atau tempat kerja lainnya, melaksanakan proyek pengabdian kepada masyarakat di desa, mengajar di satuan pendidikan, mengikuti pertukaran mahasiswa, melakukan
penelitian, melakukan kegiatan kewirausahaan, membuat studi/proyek independen, dan mengikuti program kemanusisaan. Pengenalan lebih awal kebijakan MBKM kepada mahasiswa baru akan meningkatkan pengetahuan, sikap dan minat mahasiswa untuk mengikuti kegiatan MBKM.

Baca juga : Tiga Tim Lolos Hibah PHP2D Lakukan Verifikasi Akhir Dengan Tim Kemdikbudristek

Kebijakan ini tentu harus terus disosialisaslkan tak terkecuali kepada mahasiswa baru di setiap perguruan tinggi. Salah satu momen yang tepat untuk mendiseminasi informasi mengenai program ini adalah Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah menyiapkan mahasiswa baru melewati proses transisi menjadi mahasiswa yang dewasa dan mandiri, serta mempercepat proses adaptasi mahasiswa dengan lingkungan yang baru dan memberikan bekal untuk keberhasilannya menempuh pendidikan di perguruan tinggi maka dilakukan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

Kegiatan ini dapat dijadikan titik tolak pembinaan idealisme, penguatan rasa cinta tanah air, dan kepedulian terhadap lingkungan, juga dalam rangka menciptakan generasi yang berkarakter, religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan berintegritas. Kegiatan PKKMB diharapkan menjadi wahana penanaman 5 (lima) program gerakan nasional revolusi mental yaitu Indonesia melayani, Indonesia bersih, Indonesia tertib, Indonesia mandiri, dan Indonesia bersatu.

Melalui PKKMB, mahasiswa diberikan bekal agar mampu berproses dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi, sehingga kelak menjadi lulusan yang memiliki kedalaman ilmu, keluhuran akhlak, cinta tanah air, dan berdaya saing global.

Baca juga : Mahasiswa UMUS Menjadi Duta Muhibah Budaya Jalur Rempah 2021

Tujuan PKKMB

Tujuan umum PKKMB tahun 2021 adalah untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru agar dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus dan sistem pendidikan di perguruan tinggi. Menanamkan kesadaran berbangsa, bernegara, bela negara, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sesuai dengan 4 (empat) pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika); Memperkenalkan sistem pembelajaran dan kehidupan sivitas akademika dengan menanamkan nilai-nllai dasar pendidikan dan tri dharma perguruan tinggi; Memperkenalkan hak dan kewajiban sebagai mahasiswa, sebagai insan pradewasa, bagi din dan lingkungan sekitar; Mewujudkan kampus yang ramah (inkiusif), aman dan sehat; Memperkenalkan kiat sukses belajar dan mengembangkan din di perguruan tinggi melalui konsepsi dan praktik Merdeka Belajar – Kampus Merdeka; Merancang hari esok generas! unggul yang mandiri dan bertanggung jawab; Mewujudkan mahasiswa menjadi pembelajar yang lincah dan tangguh (powerful agile learner).

Baca juga : Hibah Riset Keilmuan 2021 : Tim Dosen UMUS Ajukan 3 Proposal Ke Kemendikbudristek

Hasil Yang Diharapkan

Memahami dan mengenali lingkungan barunya, terutama organisasi dan struktur perguruan tinggi, sistem pembelajaran dan kemahasiswaan; Meningkatnya kesadaran berbangsa, bernegara, dan cinta tanah air dalam diri mahasiswa baru; Memahami arti pentingnya pendidikan yang akan ditempuhnya, pendidikan karakter dan pengembangan kompetensi bagi pembangunan bangsa serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari; dan Terciptanya persababatan dan kekeluargaan antar mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan.

Kegiatan PKKMB yang diselenggarakan Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes dilaksanakan pada tanggal 4-5 September 2021. Dengan mengusung tema kegiatan “Merajut Budaya Dalam Bingkai Era New Normal” diselenggarakan dengan protokol kesehatan : pengecekan suhu badan, memakai masker, dan penggunaan handsanitizer secara berkala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *