FKIP UMUS Persiapkan Kurikulum MBKM Untuk Tahun Ajaran Baru 2021/2022 Dengan Menggelar Workshop Kurikulum

Berita Kampus – Mempersiapkan lulusan yang tangguh dalam menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja, dan teknologi yang semakin berkembang dengan pesat di era revolusi industri 4.0, kompetensi mahasiswa harus semakin diperkuat sesuai dengan perkembangan yang ada. Diperlukan adanya link and match antara lulusan pendidikan tinggi bukan hanya dengan dunia usaha dan dunia industri saja tetapi juga dengan masa depan yang semakin cepat mengalami perubahan.

Berdasarkan hal tersebut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memberlakukan kebijakan baru di bidang pendidikan tinggi melalui program “Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM)” yang saat ini mulai diterapkan oleh perguruan tinggi. Kebijakan Kemdikbud tersebut berkaitan dengan pemberian kebebasan bagi mahasiswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran selama maksimum tiga semester belajar di luar program studi dan kampusnya.

Pemateri Dr. Wiyaka, M.Pd. memberikan materi workshop

Kebijakan MBKM memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas dan kompetensi baru melalui beberapa kegiatan pembelajaran di antaranya pertukaran pelajar, magang/praktik kerja, riset, proyek independen, kegiatan wirausaha, proyek kemanusiaan, mengajar di sekolah, dan proyek di desa/kuliah kerja nyata tematik.

Selain itu, mahasiswa juga diberikan kebebasan untuk mengikuti kegiatan belajar di luar program studinya di dalam perguruan tinggi yang sama dengan bobot sks tertentu. Semua kegiatan tersebut dapat dilakukan oleh mahasiswa dengan dibimbing dosen dan diperlukan adanya perjanjian kerja sama jika dilakukan bersama pihak di luar program studi.

Baca juga : Dua Prodi FKIP UMUS Usulkan Program Bantuan Kerjasama Kurikulum dan Implementasi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka

Perencanaan kurikulum dan implementasinya suatu program studi terkait erat dengan pencapaian ke-8 IKU (Indeks Kinerja Utama) tergantung dengan kondisi awal dan target yang ditetapkan program studi. Kurikulum berbasis capaian yang dikembangkan prodi akan diorientasikan untuk menghasilkan lulusan berkualitas dengan mengimplentasikan program MBKM.

Dekan FKIP beserta jajaran rektorat dan peserta workshop

Kerjasama dengan mitra juga akan melibatkan dosen dalam pembimbingan maupun aktivitas alademik untuk peningkatan kompetensinya. Inovasi pembelajaran juga hasus dilakukan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan memecahkan permasalahan, berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kepeduliannya melalui berbagai metode pembelajaran inovatif di antaranya pembelajaran pemecahan kasus dan pembelajaran kelomok berbasis proyek.

Baca juga : Verifikasi dan Visitasi Daring Program Kompetisi Kampus Merdeka 2021 Pada Fakultas Sains dan Teknologi UMUS

Arah pengembangan kurikulum dan pilihan mitra kerjasama untuk implementasi MBKM juga menjadi pertimbangan prodi dalam mempersiapkan akreditasinya baik nasional maupun internasional.

Untuk mempersiapkan kurikulum MBKM yang dicanangkan oleh Kemendikbud untuk tahun ajaran 2021/2022, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMUS menyelenggarakan Workshop Penyusunan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Hadir dalam acara ini sebagai pemateri yaitu Dr. Wiyaka, M.Pd. dari UPGRIS.

Sebagai informasi FKIP UMUS dengan dua prodi-nya yaitu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan mendapatkan bantuan Hibah Kurikulum Kampus Merdeka yang diselenggarakan beberapa waktu yang lalu. Hal ini menjadi motivasi bagi FKIP UMUS untuk menerapkan kurikulum MBKM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *