Komitmen UMUS Terhadap Pengembangan Desa Melalui PHP2D

Kampung Adat Jalawastu

Berita Kampus – Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan berkomitmen untuk memajukan desa dengan Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D). Program tersebut sangat bermanfaat baik untuk memajukan desa dan implementasi kompetensi mahasiswa di masyarakat. Kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) sangat relevan dengan program tersebut. Mahasiswa memiliki hak tiga semester melakukan pembelajaran di luar program studinya termasuk melaksanakan program ini.

Pembelajaran abad 21 di perguruan tinggi harus mampu mengembangkan soft skills dan hard skills mahasiswa serta mampu membangkitkan, menumbuhkan, dan mengembangkan kedua dimensi keterampilan tersebut. Soft skills mahasiswa dapat dikembangkan melalui berbagai program, salah satunya melalui tugas atau program pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa. Sehubungan dengan itu Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemdikbud memberi kesempatan kepada para mahasiswa untuk terjun membangun desa, melalui Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D).

PHP2D adalah kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan atau Lembaga Eksekutif Mahasiswa (BEM). Mahasiswa pelaksana PHP2D ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa peduli dan berkontribusi kepada masyarakat di desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha, dan sejahtera. Di sisi lain, masyarakat desa diharapkan mampu menemukan dan mengembangkan potensi yang sudah ada untuk diwujudkan menjadi kegiatan nyata atau mengembangkan kegiatan yang telah dirintis masyarakat menjadi lebih berkembang dan bermanfaat sehingga dapat mewujudkan ketahanan nasional di wilayah Republik Indonesia.

Baca juga : Mahasiswa UMUS Masuk Final Pemilihan Duta GenRe 2021

Program Hibah Bina Desa yang dimulai sejak tahun 2011 adalah pelaksanaan pengabdian masyarakat yang diinisiasi oleh mahasiswa dan sekaligus merupakan implementasi dari konsep Bela Negara yang dalam pelaksanaannya terus mengalami peningkatan, baik jumlah proposal, kuota bantuan maupun jumlah organisasi mahasiswa dan perguruan tinggi pengusul.

Pada tahun 2021 program ini dikembangkan menjadi Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa sesuai dengan isi dari Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2020. Program ini akan terus ditingkatkan kualitasnya agar dapat lebih memberikan motivasi dan menumbuhkan kepedulian mahasiswa dalam memberikan kontribusi pada pembangunan desa.

Pendampingan dan pembinaan pengajuan proposal PHP2D 2021

Pada 2021, Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes berhasil mengirimkan lima proposal dalam kompetisi PHP2D ini. Berikut nama-nama pengusul dan judul yang diajukan.

No
Judul
Pengusul
1.
Desa Binaan di Daerah Pesisir Perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat Terdampak Pandemi covid-19: Pemanfaatan Tambak dan Pengembangan Usaha Kuliner Tradisional Bandeng GebukUnit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik
2.
R-HEART'S (Randusangawetan-Health and Environmental System): Pemberdayaan Sampah Plastik Menjadi Inovasi Paving Block dan Pembuatan Green House Rumput LautHimpunan Mahasiswa Teknik Sipil
3.
Pemulihan Pariwisata Mangrove Berbasis Pengolahan Limbah Mangove Menjadi Pewarna Batik dan Paket Edutourisms MEMBATIK DENGAN ALAMDewan Perwakilan Mahasiswa UMUS
4.
Pengembangan Kampung Budaya Jalawastu dan Pengolahan Pariwisata Desa Ciseureuh Kecamatan Ketanggungan Kabupaten BrebesHimpunan Mahasiswa PBSI
5.
BUMDES. ID. Budidaya Manggot dengan Pendampingan Bisnis Pesantren dan Bank Sampah online Bumdes di Desa KarangsembungUnit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Cendikia

Tema PHP2D 2021 adalah “Terwujudnya mahasiswa yang mampu berfikir kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif serta memiliki kemampuan kepemimpinan dalam pengembangan masyarakat desa di Era Industri 4.0 sebagai implementasi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka”.

Baca juga : Mahasiswa UMUS Juarai Video Lomba Baca Puisi 2021 Tingkat Nasional

Ruang lingkup PHP2D antara lain: 1) Pengentasan Kemiskinan, 2) Kesehatan, 3) Pendidikan, 4) Ketahanan dan Keamanan Pangan, 5) Energi Baru dan Terbarukan, 6) Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati, 7) Mitigasi Bencana, 8) Budaya dan Seni, 9) Industri Kreatif, 10) Pariwisata, dan 11) Manufaktur.

Setiap ruang lingkup memiliki jumlah kuota penerimaan proposal yang tidak sama disesuaikan dengan tingkat relevansinya dengan kebijakan pembangunan nasional dan perannya dalam ikut membantu mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi oleh Sebagian besar masyarakat Indonesia. Adapun ruang lingkup yang dipilih oleh masing-masing perguruan tinggi lebih detailnya dapat dijelaskan pada pelaksanaan program.

Kegiatan yang diusulkan harus bersifat strategis dan berkelanjutan berdasarkan potensi dan identifikasi masalah masyarakat serta memiliki roadmap yang jelas, menggambarkan partisipasi masyarakat, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha/industri dan unsur lainnya. Proses identifikasi, potensi, permasalahan dan kebutuhan masyarakat harus melibatkan partisipasi masyarakat sejak awal, melalui wawancara mendalam, observasi dan diskusi kelompok. Pemilihan ruang lingkup kegiatan dapat disesuaikan dengan arah pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Developments Goals (SDG’s).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*