Prodi Agribisnis dan Teknologi Pangan UMUS Ajukan Program Kompetisi Kampus Merdeka 2021

Berita Kampus – Kebijakan Kampus Merdeka yang telah diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan merupakan salah satu kebijakan yang akan menjadi modal dasar kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia. Kebijakan Kampus Merdeka bertujuan untuk mewujudkan manusia yang berdaya saing; yaitu manusia yang sehat, cerdas, adaptif, kreatif, inovatif, terampil, bermartabat, produktif, dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Salah satu instrumen penting untuk mengimplementasikannya adalah dengan menerapkan delapan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 754/P/2020.

Baca juga : Definisi, Maksud, Tujuan, dan Bentuk Kegiatan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi merealisasikan target pencapaian dan implementasi kebijakan Kampus Merdeka tersebut melalui Program Kompetisi Kampus Merdeka (PK-KM) dengan tiga skema. Program ini menjadi salah satu cara agar perguruan tinggi dapat terus cepat melaju dengan dinamis mengikuti pola kemajuan zaman, sehingga tercapai kualitas pembelajaran dan lulusan yang baik yang dapat menjadi tolok ukur kemajuan bangsa.

Perguruan tinggi melalui program studi yang diselenggarakannya harus mampu menyiapkan mahasiswa menjadi lulusan perguruan tinggi yang merupakan pembelajar sejati yang kompeten, lentur dan ulet (agile learner), siap berkontribusi positif dalam pembangunan bangsa dan menjadi warga dunia yang produktif. Kemendikbud terus mendorong perguruan tinggi untuk terus bertransformasi agar mampu menyelenggarakan pendidikan tinggi yang relevan dengan dinamika masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat.

Transformasi seperti ini harus terbuka dan memberikan kesempatan luas bagi mahasiswa untuk memperkaya dan meningkatkan wawasan serta kompetensinya di dunia nyata sesuai dengan bakat, potensi, dan cita-citanya. Interaksi perguruan tinggi dengan masyarakat, institusi di luar kampus, dan dunia kerja dan industri harus dibangun secara efektif sehingga memberikan peluang bagi mahasiswa untuk melakukan berbagai aktivitas di luar kampus dalam rangka memperoleh pengalaman belajar yang kontekstual. Pengalaman belajar mahasiswa diperoleh melalui pelaksanaan berbagai alternatif kegiatan Kampus Merdeka Merdeka Belajar.

Badan Penjamin Mutu dan Tim Dosen Fsaintek UMUS

Fakultas Sains dan Teknologi (FSaintek) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes melalui Prodi Agribisnis dan Teknologi Pangan mengajukan Program Kompetisi Kampus Merdeka – Merdeka Belajar (PK-KM). PK-KM merupakan program kompetisi terbuka, dengan sistem seleksi berkelompok (tiered system). PK-KM dapat mencakup program studi dan program di tingkat institusi yang diutamakan untuk sistem pengelolaan Kampus Merdeka atau disebut Institutional Support System (ISS). PK-KM dirancang untuk tiga tahun dengan pengusulan proposal per tahun, sehingga pengusulan program harus dilakukan untuk tiga tahun, dengan usulan rinci per tahun.

Baca juga : Definisi, Maksud, Tujuan, dan Bentuk Kegiatan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka

Pengelompokan perguruan tinggi yang ditawarkan pada PK-KM tahun 2021 dibagi menjadi 3 (tiga) liga. Proposal PK-KM yang diajukan oleh dua prodi FSaintek masuk dalam kategori Liga-3. PK-KM pada perguruan tinggi Liga-3 diharapkan dapat mendorong peningkatan tata kelola, sumberdaya manusia dan pengembangan inovasi perguruan tinggi di bidang pembelajaran dengan menerapkan kebijakan Kampus Merdeka agar secara langsung meningkatkan mutu dan efektivitas pembelajaran. Peningkatan mutu pembelajaran diharapkan juga mencakup pemutakhiran kurikulum yang memenuhi standar nasional pendidikan tinggi dan disusun bersama mitra eksternal perguruan tinggi. Pembelajaran yang efektif diharapkan dapat meningkatkan mutu kinerja pendidikan tinggi dan relevansi lulusan.

Pagu anggaran yang dapat diajukan disesuaikan dengan ruang lingkup usulan program dan jumlah mahasiswa aktif setiap program studi dengan pagu minimum Rp 500 juta per program studi per tahun dan maksimum per tahun sebesar Rp. 5juta/mahasiswa aktif. Anggaran yang dapat diusulkan untuk program Institusional Support System (ISS) disesuaikan dengan ruang lingkup usulan program. Program yang diusulkan untuk mencapai IKU yang ditetapkan maksimal untuk jangka waktu 3 tahun.

Podi Agribisnis dan Teknologi Pangan akan menerapkan 8 IKU yaitu: Pertukaran Pelajar, Asisten Mengajar di Satuan Pendidikan, Penelitian Riset, Proyek Kemanusiaan, Kegiatan Wirausaha, Studi/Proyek Independen, dan Magang/Praktik Kerja. Untuk program magang/praktik kerja, FSaintek sudah melakukan kerjasama dengan Nippon Academy Jepang sejak 2020.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*