UMUS Juarai Muda Desa Youth Local Heroes 2021

Berita Kampus – Seperti yang diberitakan pada artikel sebelumnya, tim dari Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) proposal yang masuk finalis dalam ajang Muda Desa Youth Local Heroes yang diselenggarakan oleh Indonesian Next Leader (IDNL) akhirnya menjadi juara pertama dalam ajang tersebut. Program Muda Desa merupakan kegiatan pendorong pengembangan pemudal lokal potensial (Youth Local Heroes) untuk merencanakan, mengembangkan, dan mengimplementasikan potensi lokal desa.

Perwakilan Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) mengirimkan proposal Program Muda Desa dengan judul “Penerapan Teknologi Biokonversi Sampah Organik Berbasis Maggot BSF menjadi Pelet Ikan dengan Teknologi Mesin Pelet Solar System“.  Tim pengusul proposal yang terdiri dari dosen dan mahasiswa : Bayu Rizky Pratama, M.Sc., M.Sc (Ketua), Muhamad Gathot Nur Poncosillo (Mahasiswa Teknik Sipil ), Fatimatuz Zahro (Mahasiswa Agribisnis), dan Agung Widiantoro (Mahasiswa Teknik Sipil) memilih Desa Kedunguter sebagai tempat untuk melaksanakan pilot project.

Baca juga : Tim Dosen UMUS Ajukan 3 Proposal Ke Kemendikbudristek dalam Hibah Riset Keilmuan

Desa Kedunguter Kabupaten Brebes merupakan salah satu dari banyak desa yang mengalami permasalahan sampah baik organik maupun anorganik. Pengelolaan sampah yang terdapat di Kabupaten Brebes menjadi kendala utama dalam penyelesaian sampah di masyarakat. Secara umum, Desa Kedunguter menerapkan pengelolaan sampah sama seperti desa lainnya, yakni dengan pengumpulan secara kolektif dari masyarakat yang kemudian dibuang pada tempat pembuangan sampah akhir (TPA). Namun, perbedaan dari desa pada kecamatan lainnya di Kabupaten Brebes adalah pada letak lokasi TPA yang tepat berada pada lokasi desa Kedunguter, sehingga hal ini membawa pengaruh negatif lingkungan yang sangat besar pada ekosistem warga Desa Kedunguter, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes.

Baca juga : Empat Proposal KBMI 2021 Perwakilan Mahasiswa UMUS Lolos

Pemilihan teknologi biokonversi Maggot BSF menjadi Pelet Ikan berbasis Mesin Solar System didasari beberapa faktor yaitu : (1) kemudahan dalam proses transfer of knowledge kepada masyarakat. Hal ini tentu menjadi keunggulan dalam penerapan suatu teknologi kepada masyarakat, serta dalam keberlanjutan yakni setelah program muda desa, maka masyarakat akan terus mengembangkan teknologi yang sudah dimiliki; (2) ketersediaan bahan baku limbah organik (60-75% limbah rumah tangga adalah organik, (Yuwono: 2018). Hal ini menjadi salah satu faktor utama dalam pemilihan teknologi kepada masyarakat di desa mitra, TPA Kedunguter, yakni ketersediaan sampah organik dalam jumlah yang sangat besar 116-160 ton/ hari; (3) kemudahan keberlanjutan program melalui kerjasama mitra peternak ikan di Kabupaten Brebes menjadi kunci dalam keberlanjutan program Muda Desa. Tim UMUS menggandeng Asosiasi Kewirausahaan Berbasis Perikanan (AKUBAPER) yang terdiri dari seluruh pengusaha perikanan di Kab. Brebes.

Baca juga : Alumni Jualan Online Dari Reseller Kosmetik Hingga Punya Toko Kosmetik Terbesar di Brebes

Tim akan melakukan novelty dengan mengembangkan Mesin Pelet Extruder Solar System. Hal ini menjadi potensi tersendiri dengan daya dukung lingkungan panas terik matahari hampir sepanjang tahun di lingkungan sasaran masyarakat yang terletak pada kawasan pantai utara Jawa (Pantura). Selain itu, pengembangan teknologi Mesin Pelet Extruder Solar System ditujukan guna mencapai tingkat efesiensi produksi pelet ikan, serta meningkatkan nilai ekonomi masyarakat dengan potensi keberlanjutan program yang menjanjikan melalui jalinan kerjasama dengan mitra peternak ikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *